HELLO EVERYONE,WELCOME TO MY BLOG:) Senin, 4 Mei 2020
Pro Kontra Pakai Masker saat Wabah Corona Covid-19, Dokter Beri Alasannya!
Ahli kesehatan telah menyarankan semua orang selalu mengenakan masker kain sebagai perlindungan tambahan dari virus corona Covid-19.
Tetapi, beberapa orang mungkin masih ragu masker kain sanggup melindungi dirinya dari virus corona Covid-10 atau tidak. Oleh karenanya, banyak orang masih ragu untuk memakai.
Lembaga Kesehatan Masyarakat Inggris sendiri menyatakan bahwa masker wajah bukan cara yang efetif untuk melindungi diri dari virus.
Sedangkan, beberapa negara lain termasuk Slovenia dan Austria menuntut masyarakatnya untuk mengenakan masker ketika keluar rumah.
Dr Ben Killingley, seorang Dokter Penyakit Menular di Rumah Sakit Whittington berusaha menjelaskan pro dan kontra mengenai penggunaan masker bagi masyarakat di tengah pandemi.
"Dalam keadaan yang tepat, masker sangat membantu untuk mengurangi penularan infeksi. Penggunaan masker pun sangat dianjurkan bagi petugas medis," kata Dr Killingley dikutip dari mirror.co.uk.
Ilustrasi masker. (Shutterstock)
Namun, Dr Killingley mengatakan bahwa ada dua cara menggunakan masker bagi masyarakat umum yang perlu diketahui.
Pertama, orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 bisa memakai masker medis untuk mengurangi risiko penularan virus ke orang lain.
"Ada beberapa bukti yang mendukung dan cara ini sangat direkomendasikan. Misalnya, seseorang mengalami gejala infeksi virus, maka wajib menggunakan masker untuk membantu mencegah penularan kepada orang yang rentan," jelasnya.
Orang yang sakit juga perlu menjaga jarak sosial, mengisolasi diri di dalam rumah dan selalu mencuci tangan untuk mencegah penularan ke orang lain.
Sedangkan, penggunaan masker pada orang sehat bisa membantu menghindari infeksi virus corona Covid-19, terutama orang yang paling rentan.
Penelitian pada sekelompok anggota rumah tangga yang berusaha melindungi dirinya dari anggota keluarga yang terinfeksi influenza menemukan masker tidak bisa membantu menghindari keseluruhan.
"Alasannya mungkin banyak orang tidak terbiasa menggunakan masker dalam jangka waktu lama dan setiap hari. Beberapa orang mungkin juga terlalu lambat untuk menggunakan masker," ujarnya.
"Masalah lainnya dari masyarakat yang menggunakan masker adalah mereka tidak bisa memastikan bahwa penggunaan maskernya aman, sering mengubah posisi masker, sering menyentuh maskernya mengggunakan tangan," kata dia kemudian.
Ilustrasi masker (shutterstock)
Padahal tangan yang terkontaminasi dan tidak dicuci bersih bisa menyebarkan virus corona Covid-19 dari permukaan tangan ke selaput lendir seseorang.
"Anda mungkin berpikir bahwa selaput lendir di hidung dan mulut akan aman dari penyebaran virus karena tertutup masker. Tapi, Anda masih bisa menyebarkannya ke diri sendiri dan orang lain melalui mata," katanya.
Dalam kondisi ini, Dr Killingley meminta semua orang untuk tidak terburu-buru membeli masker. Karena, penggunaan masker mungkin akan sia-sia bila Anda juga tidak pernah kontak dekat dengan orang lain.
"Hal yang sama juga berlaku dengan penggunaan sarung tangan di ruang publik. Sarung tangan tidak akan mencegah penularan virus corona Covid-19. Karena, Anda masih bisa menyentuh wajah menggunakan sarung tangan yang menyimpan banyak bakteri," tuturnya.
Selain itu, semua orang juga perlu memahami bahwa masker wajah bukan alat yang paling efektif untuk mencegah virus corona Covid-19. Bahkan, seringkali orang lebih merasa aman hingga lupa cuci tangan ketika sudah memakai masker.
Tak cukup masker
Namun, para ahli masih skeptis. Guru Besar di Sekolah Kesehatan Masyarakat University of Hong Kong Ben Cowling menilai, keberhasilan menekan laju Covid-19 itu bukan karena faktor pemakaian masker, tetapi lebih pada kecepatan negara-negara itu mengidentifikasi kasus, lalu mengisolasinya, melacak, dan mengarantina warga yang pernah berinteraksi dengan warga positif Covid-19. Selain itu, lanjut Cowling, negara-negara itu juga memberlakukan kebijakan menjaga jarak sosial di masyarakat.
”Jangan sampai berpikir memakai masker itu faktor penentu. Singapura, misalnya, berhasil menekan Covid-19 tanpa menyuruh warganya memakai masker,” kata Fukuda.
Clarke khawatir, dengan mengadvokasi penggunaan masker, hal itu malah akan bisa membuat orang merasa sudah aman dan tidak perlu lagi mematuhi kebijakan menjaga jarak sosial.
Meski belum ada bukti kuat efektivitas masker, sejumlah negara di Barat mulai berubah dan mendorong pemakaian masker. Austria dan Slovenia mulai mengimbau pemakaian masker. Ilmuwan AS, Anthony Fauci, juga merekomendasikan pemakaian masker khusus bagi warga yang sudah terinfeksi ketika semua kebutuhan masker sudah terpenuhi.
Cowling menilai, perlu ada penelitian lebih lanjut untuk menentukan jenis masker seperti apa yang efektif menangkal Covid-19 dan cara penggunaan yang tepat.
”Semua negara sekarang sedang mencari cara apa pun untuk melawan Covid-19. Jadi, kalau masker dianggap bisa mencegah penularan, itu mungkin masih bisa dilakukan,” ujarnya. (AFP)
Jadi kesimpulan nya penggunaan masker bukan berarti kita sudah aman, terkadang orang banyak yang bertingkah salah ketika mereka menggunakan masker mereka merasa sudah aman dan tidak melakukan cuci tangan setelah dari luar.
Sekian blog dari saya, semoga bermanfaat :) Tnkyuuuuuuu